Kabar gembira datang bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Sumatera setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) secara resmi mendesak percepatan Pencairan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna meningkatkan kesejahteraan dan daya beli pegawai di awal tahun 2026. Langkah tegas ini diambil setelah adanya tinjauan terhadap realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang menunjukkan kesiapan likuiditas yang cukup stabil di tiga provinsi tersebut. Mendagri menekankan bahwa tunjangan adalah hak para pegawai yang telah berdedikasi dalam pelayanan publik, sehingga keterlambatan administratif tidak boleh menjadi penghalang bagi distribusi hak-hak keuangan tersebut secara tepat waktu.
Berdasarkan laporan terkini pada hari Rabu, 11 Februari 2026, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah telah mencapai kesepakatan mengenai pemenuhan syarat-syarat teknis pencairan. Di Sumatera Utara, proses validasi data penerima telah diselesaikan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan pengawasan ketat dari Inspektorat Provinsi. Guna menjamin transparansi dan mencegah adanya penyimpangan dalam proses alokasi dana yang sangat besar ini, petugas aparat dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut juga turut melakukan pemantauan terhadap sistem penggajian digital pemerintah. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa alur Pencairan TKD berjalan secara akuntabel tanpa adanya pemotongan ilegal atau kendala birokrasi yang tidak perlu.
Di Provinsi Aceh, instruksi Mendagri ini disambut positif oleh para tenaga pendidik dan petugas medis yang telah menantikan kepastian tunjangan mereka sejak awal tahun. Pihak kepolisian dari Satuan Binmas Polres setempat di berbagai kabupaten di Aceh bahkan melakukan patroli dialogis ke kantor-kantor pemerintahan untuk memantau kondusivitas suasana kerja para ASN pasca-pengumuman tersebut. Data dari Sekretariat Daerah menunjukkan bahwa dana untuk Pencairan TKD telah mulai ditransfer ke rekening bank daerah masing-masing secara bertahap mulai Rabu sore. Kehadiran dana segar ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi lokal, mengingat belanja rumah tangga para ASN memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pasar tradisional dan UMKM di wilayah Serambi Mekkah.
